Software House Indonesia

Benefit

Advantage

In House Development

Efisiensi Software House

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, serta bisnis yang semakin berkembang, terlebih saat ini telah banyak yang mengaitkannya dnegan sotware development yang berfungsi untuk mempermudah proses bisnis berbagai industri yang dijalankan. Dimana salah satunya adalah software house yang memegang peran sangat penting untuk bisnis di masa-masa saat ini.

Software house adalah suatu perusahaan di bidang pengembangan aplikasi (software development). Aplikasi tersebut bisa dijalankan dan dikembangkan baik oleh pelaku individu ataupun suatu kelompok seperti sebuah perusahaan berbadan hukum.
Tujuan utama dari software house ini yaitu membuat aplikasi yang diinginkan oleh klien atau biasanya kita sebut customize. Klien tersebut bisa berasal dari berbagai pemilik perusahaan berskala kecil hingga besar.

Sementara In-House Development adalah pengembangan software (software development) atau aplikasi yang dilakukan secara internal oleh perusahaan. Biasanya perusahaa akan memiliki tim internal yang bertanggung jawab untuk pengembangan software atau aplikasi yang dibutuhkan.
Kemudian apa perbedaan antara software house dengan in-house development?
Berikut perbedaannya:

  1. Model Kerja
    Software house bekerja berdasarkan pesanan klien, sering menggunakan sistem proyek dengan tenggat waktu yang ditentukan. Sementara in-house development bekerja secara berkelanjutan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan software yang digunakan oleh perusahaan sendiri.
     
  2. Sumber Daya
    Software house biasanya memiliki sumber daya yang lebih besar daripada in-house development.
    Mereka biasanya memiliki lebih banyak pengembang, desainer, dan QA yang tersedia untuk menangani proyek klien mereka. Di sisi lain, perusahaan yang menggunakan in-house development terbatas pada jumlah sumber daya yang tersedia dalam tim internal mereka saja,
     
  3. Waktu
    Software house biasanya dapat menyelesaikan proyek lebih cepat daripada in-house development.
    Tentu saja hal ini karena mereka memiliki lebih banyak sumber daya yang tersedia untuk menangani proyek klien mereka. Namun jika perusahaan memiliki tim in-house development yang besar dan terorganisir dengan baik, mereka juga dapat menyelesaikan proyek dalam waktu cepat.

Lalu apa kelebihan software house sehingga dapat memberikan benefit bagi perusahaan yang bekerja sama dengannya?

Frame 1000004692.png
  1. Ahli Dalam Bidangnya
    Software house biasanya terdiri dari tim yang sangat ahli dalam bidang pengembangan software dan aplikasi. Mereka biasanya telah memiliki pengalaman yang luas dalam menangani berbagai proyek dan masalah yang terkait dengan software development dimana hal ini tentu saja akan membawa benefit tersendiri bagi perusahaan yang bekerja sama dengannya.
     
  2. Fleksibilitas
    Software house cenderung bersifat lebih fleksibel dalam menyesuaikan kebutuhan klien mereka.
    Mereka dapat menyesuaikan sumber daya dan waktu yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari klien mereka. Mereka juga memiliki pengalaman yang lebih banyak dalam menangani berbagai kebutuhan bagi industri dan sektor bisnis. Fleksibilitas akan membawa benefit berupa efisiensi waktu bagi perusahaan, mengingat pelayanan yang diberikan lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan perushaan.
     
  3. Sumber Daya yang Tersedia
    Software house biasanya memilih sumber daya yang lebih banyak daripada tim in-house development.
    Mereka biasanya memiliki pengembang, desainer dan QA yang tersedia untuk menangani proyek klien mereka, ini juga salah satu benefit yang bisa didapat oleh perusahaan, sehingga kebutuhan perusahaan bisa lebih cepat terealisasi dan ditangani oleh sumber daya yang ahli pada bidangnya.

Namun, software house juga memiliki kekurangan, beberapa di antaranya adalah:

  1. Biaya yang Lebih Tinggi
    Software house biasanya lebih mahal daripada in-house development. Hal ini karena mereka harus menutupi biaya overhead dan keuntungan mereka dari harga yang mereka kenakan pada klien mereka.
    Untuk perusahaan kecil atau startup, biaya ini mungkin menjadi faktor yang signifikan dalam memilih antara software house dan in-house development.
     
  2. Ketergantungan pada Pihak Eksternal
    Menggunakan software house berarti perusahaan harus mengandalkan pihak eksternal untuk pengembangan software atau aplikasi mereka. Hal ini dapat menjadi masalah jika ada kesalahan atau kegagalan dalam pengembangan, karena perusahaan tidak dapat langsung memperbaiki masalah tersebut.
     
  3. Masalah Komunikasi
    Karena software house bekerja dengan klien dari berbagai industri dan sektor bisnis yang berbeda, ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi antara klien dan software house. Hal ini dapat memperlambat waktu pengembangan dan meningkatkan biaya proyek.

Lalu bagaimana dengan in-house development? Apa saja kelebihan serta advantage yang bisa didapat oleh perusahaan? Berikut beberapa diantaranya:

Frame 1000004693.png
  • Kontrol Penuh
    Perusahaan memiliki kontrol penuh atas pengembangan software atau aplikasi mereka, hal ini merupakan advantage bagi perusahaan, karena perusahaan tidak tergantung pada pihak eksternal.
    Perusahaan dapat memastikan bahwa proyek sejalan dnegan visi dan misi mereka, serta mengontrol setiap tahap pengembangan secara mandiri.
     
  • Biaya yang Lebih Rendah
    Jika perusahaan memiliki kontrol penuh atas pengembangan softwarenya otomatis biaya pengembangangan menjadi lebih rendah. Efisiensi dalam biaya merupakan advantage bagi perusahaan.
    In-house development dapat menjadi lebih murah daripada software house, karena perusahaan tidak perlu membayar biaya tambahan untuk pengembang dan tim QA eksternal.
     
  • Keterampilan dan Pengetahuan yang Berkembang
    Advantage yang juga bisa didapat perusahaan dalam menggunakan in-house development adalah meningkatnya kemampuan dan keterampilan tim mereka. Hal ini bisa membantu perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan, serta memberikan peluang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tim internal mereka.

Namun in-house development juga memliki kekurangan, diantaranya adalah:

  • Keterbatasan Sumber Daya
    Perusahaan yang menggunakan in-house development terbatas pada jumlah sumber daya yang tersedia dalam tim internal mereka. Akibatnya waktu pengembangan menjadi lebih lambat hingga akhirnya perushaan kesulitan untuk menangani proyek yang lebih besar.
     
  • Kurangnya Pengalaman dalam Bidang Tertentu
    Tim internal perusahaan mungkin tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang tertentu, seperti pengembangan aplikasi mobile atau pengembangan website yang kompleks. Kondisi ini tentu dapat membatasi kemampuan perusahaan untuk mengembangkan software atau aplikasi yang memenuhi kebutuhan spesifik mereka.
     
  • Kurangnya Kreatifitas dan Inovasi
    Tim internal perusahaan bisa saja terjebak dalam rutinitas dan tidak memiliki ide segar dan inovatif yang dapat membantu perusahaan membedakan diri dari pesaing mereka. Kondisi seperti ini dapat menghambat kemajuan perusahan dalam hal pengembangan software atau aplikasi yang inovatif.

Setelah mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari software house dan in-house development di atas, sulit untuk mengatakan mana yang lebih baik di antara keduanya. Keputusan harus didasarkan pada kebutuhan khusus perusahaan dan sumber daya yang tersedia.
Lalu kapan saat yang tepat untuk memilih software house?

  1. Saat Memiliki Ide Digital Tapi Tidak Punya Tim Pengembang
    Jika anda memiliki ide untuk aplikasi atau platform digital tetapi tidak memiliki tim internal untuk mengembangkannya, software house Indonesia bisa menjadi solusi terbaik.
     
  2. Ketika Ingin Fokus pada Bisnis Utama
    Jika bisnis Anda bukan di bidang teknologi, menggunakan software house di Indonesia memungkinkan Anda tetap fokus pada aspek utama bisnis, sementara pengembangan teknologi ditangani oleh ahlinya.
     
  3. Jika Proyek Membutuhkan Keahlian Spesifik
    Beberapa proyek memerlukan keahlian teknis yang tidak dimiliki oleh tim internal, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, atau pengembangan aplikasi lintas platform. Software house Indonesia biasanya memiliki tenaga ahli di berbagai bidang ini.
     
  4. Saat Memerlukan Pengembangan Cepat dan Efisien
    Software house di Indonesia sering memiliki sumber daya yang lebih besar dan pengalaman dalam menangani berbagai proyek, sehingga dapat mengembangkan solusi lebih cepat dibandingkan membangun tim dari nol.
     
  5. Jika Membutuhkan Skalabilitas dan Dukungan Jangka Panjang
    Software house di Indonesia tidak hanya membangun aplikasi tetapi juga bisa menyediakan layanan pemeliharaan, pembaruan, dan pengembangan lebih lanjut saat bisnis Anda berkembang.
     
  6. Ketika Budget Harus Dikelola dengan Baik
    Meskipun membangun tim internal bisa menjadi investasi jangka panjang, kadang lebih hemat biaya untuk menggunakan software house, terutama jika proyeknya hanya bersifat sementara atau tidak memerlukan tim full time.

Kemudian kapan saat yang tepat untuk memilih In-House Development?
Memilih in-house development (mengembangkan perangkat lunak dengan tim internal) adalah pilihan strategis yang cocok dalam situasi tertentu. Berikut adalah beberapa waktu yang tepat untuk mempertimbangkan membangun tim pengembang sendiri:

  1. Jika Pengembangan Perangkat Lunak adalah Core business
    Jika bisnis Anda berfokus pada teknologi atau produk digital (misalnya startup teknologi atau perusahaan SaaS), memiliki tim in-house akan memberikan control penuh atas proses pengembangan dan inovasi.
     
  2. Ketika Membutuhkan Kendali Penuh atas Proyek
    In-house development memungkinkan Anda untuk memiliki kendali penuh atas desain, fitur dan timeline proyek tanpa bergantung pada pihak eksternal.
     
  3. Jika Memerlukan Keamanan Data yang Tinggi
    Jika proyek melibatkan data sensitive atau regulasi ketat (misalnya di bidang keuangan, kesehatan, atau pemerintahan), mengelola pengembangan sendiri dapat meningkatkan kemanan dan kepatuhan terhadap regulasi.
     
  4. Ketika Perangkat Lunak Akan Terus Dikembangkan dalam Jangka Panjang
    Jika aplikasi atau sistem yang Anda bangun akan terus berkembang dan diperbarui dalam jangka panjang, memiliki tim internal akan lebih efektif dibandingkan mengandalkan software house yang bisa lebih mahal untuk pemeliharaan jangka panjang.
     
  5. Jika Bisnis Membutuhkan Fleksibilitas dalam Pengembangan
    Tim internal bisa lebih cepat menyesuaikan dan bereaksi terhadap perubahan kebutuhan bisnis dibandingkan outsorcing, yang biasanya membutuhkan negosiasi kontrak atau tambahan biaya untuk setiap perubahan.
     
  6. Jika Ingin Membangun Keahlian Teknologi dalam Perusahaan
    Dengan memiliki tim pengembang sendiri, perusahaan dapat membangun kompetensi teknologi internal yang bisa menjadi aset jangka panjang.
     
  7. Jika Budget dan Sumber Daya Memadai
    Membangun tim in-house membutuhkan investasi besar untuk merekrut, melatih dan mempertahankan talenta, serta menyediakan infrastruktur yang memadai. Jika perusahaan memiliki anggaran dan kesiapan untuk investasi ini, in-house development bisa menjadi pilihan terbaik.

Jika perusahaan memiliki anggaran yang cukup dan butuh waktu pengembangan yang cepat, software house mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun jika perusahaan ingin memiliki kontrol penuh atas pengembangan software atau aplikasi mereka dan memiliki keterampilan dan pengetahuan cukup dalam tim internal mereka, pengembangan in-house mungkin lebih menjadi pilihan yang terbaik.

hacker-girl-with-her-team-stealing-online-information-using-super-computers 1.jpg

Kesimpulan

Dalam dunia bisnis yang semakin berkembang, penggunaan software atau aplikasi menjadi semakin penting.
Namun, memilih antara software house dan in-house development dapat menjadi sulit. Keputusan harus didasarkan pada kebutuhan spesifik perusahaan dan sumber daya yang tersedia. Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan, perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam pengembangan software atau aplikasi.

Bridge Technology Services atau yang biasa disebut BTS.id adalah software house di Bandung yang telah melayani sejak tahun 2008. Perusahaan ini memiliki keahlian dalam industri Finance & Banking, Health & Life Science, Retail, Logistic & Transportation, Natural Resources, dll. Selain itu, mereka juga memiliki layanan Cloud Services dari Google Cloud, Huawei, Azure, dan AWS.
BTS.id merupakan salah satu software house di bandung, dan terbaik di Indonesia yang telah banyak dipilih oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia untuk membuat dan mengembangkan custom software sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini menjadikan software developer BTS.id sebagai Technology Partner terbaik untuk membantu Anda menemukan solusi bisnis yang tepat untuk perusahaan Anda.

BTS.id memiliki cukup pengalaman dalam memimpin proyek untuk startup, serta terbuka untuk kerja sama mengenai konsep-konsep yang menarik. Kami akan dengan senang hati mendukung Anda dalam analisis teknis dan penganggaran, serta mengusulkan metode pemeliharaan dan dukungan teknis untuk perangkat lunak yang matang. Hubungi kami, komunikasi adalah langkah pertama menuju kemitraan yang sukses.